Pariwara

Kaktus, Si Daun Dalam Duri

TRAVELLER BOY - Kaktus sejatinya tumbuhan yang unik. Banyak dijumpai di gurun-gurun pasir di kawasan Timur Tengah dan Afrika bagian utara. Di tengah kondisi gersang dan panas, kaktus mampu bertahan hidup. Mengapa kaktus bisa bertahan hidup dengan kondisi seperti itu, di lingkungan yang minim air?

Kata kaktus berasal dari bahasa Yunani kaktos yang berarti tanaman berduri. Sebenarnya, kaktus memiliki daun. Namun, daun tersebut berubah menjadi bentuk duri, sehingga dapat mengurangi penguapan air lewat daun. Perlu diketahui, semakin lebar permukaan daun suatu tanaman, maka semakin banyak jumlah air yang menguap setiap saat. 

Analoginya seperti berikut. Saat kita kepedasan, terus mau minum. Eh, ternyata air minumnya masih sangat panas. Ambil saja mangkuk atau piring, lalu tuangkan air minum yang panas tersebut. Tunggu selama beberapa menit, air pun langsung menurun suhunya. Laju pendinginan jadi lebih cepat karena area pendinginan lebih luas. Udara luar lebih banyak bersentuhan dengan air dalam piring daripada air dalam gelas karena bidang tekan lebih besar. 

Nah, kaktus juga menggunakan prinsip seperti itu dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan. Kemudian, batang kaktus juga dilapisi jaringan lilin yang dapat mengurangi penguapan. Jaringan ini mampu menyimpan air dan tahan terhadap kekeringan sekalipun. Meski begitu, kaktus tetap membutuhkan air untuk bertahan hidup. Makanya, di gurun-gurun, kaktus memiliki akar yang sangat panjang bermeter-meter ke dalam pusat bumi untuk mencari sumber air.

Demikian sekilas info seputar kaktus. Oia, bagi Anda yang ingin menambah wawasan lainnya seputar kembang api misalnya, bisa membaca artikel Penemu Kembang Api yang ada di blog ini.

Posting Komentar

0 Komentar