Pariwara

Penipuan Lewat Facebook, Begini Cara Menghindarinya

TRAVELLER BOY - Tahukah kita bahwa kasus penipuan di media sosial semacam Facebook marak terjadi? Saya sendiri pernah mengalaminya. Memang jumlahnya tidak seberapa banyak namun tetap saja membuat hati sedih. Padahal saya seorang pekerja online yang sehari-hari berhubungan dengan web dan Facebook. Apalagi mereka yang masih awam di dunia media sosial. Peluang menjadi korban penipuan tentu lebih besar.

Untuk menghindari terjadinya penipuan melalui jejaring Facebook maka ada beberapa hal yang mesti kita lakukan. Butuh sedikit waktu dan kesabaran pastinya. Tapi itu lebih baik daripada terburu-buru dan malah jadi kecewa karena ujung-ujungnya ditipu.

Lihat Profil dan Postingan Statusnya

Setiap akun di Facebook tentu ada halaman profil yang bisa orang lain lihat. Dari sini kita bisa menilai si dia apakah termasuk terpercaya atau tidak. Scroll status-statusnya selama ini, apakah rutin memposting status atau tidak. Jika status terakhirnya sudah beberapa bulan atau bahkan setahun lalu maka lebih baik skip saja. Cari yang lain. Kecuali kita sudah kenal sebelumnya dengan si dia.

Check Jaringan Pertemanannya (Friendlist)

Di Facebook, kita bisa melihat siapa saja yang menjadi teman si dia. Jika dari semua teman (friendlist) tersebut tidak ada satupun yang menjadi teman kita maka harus waspada. Bukan tidak boleh atau tidak percaya. Tapi akan lebih baik kita cari yang memang punya friendlist sama dengan kita meskipun satu atau dua orang.

Ketik Namanya di Pencarian

Facebook menyediakan fasilitas Cari atau Searching untuk semua penggunanya. Dengan fasilitas ini kita bisa mengetahui rekam jejak seseorang apakah pernah punya masalah atau tidak. Langkah kedua ini yang dulu tidak saya lakukan yang akhirnya membuat saat tertipu. Setelah saya check ternyata bukan hanya saya yang pernah ditipunya. Ada korban lain yang pernah juga ditipunya.

COD (Cash on Delivery)

Secara sederhana, COD maksudnya ketemuan (tatap muka) langsung. Meskipun begitu, ketika COD sebaiknya kita jangan sendiri. Ajak saudara atau kawan untuk menemani. Pilih lokasi yang ramai dan waktunya siang atau sore hari. Hindari COD di malam hari apalagi di tempat sepi. Terlalu riskan dan beresiko apalagi jika produk yang diperjualbelikan nominalnya cukup besar.

Gunakan Jasa Pihak Ketiga berupa Rekening Bersama (Rekber)

Jika kita dan si dia lokasinya berjauhan, beda kota misalnya, maka saat ini sudah tersedia beberapa jasa rekber yang fungsinya menjadi fasilitator dalam transaksi jual beli online. Peran rekber ini menjembatani kedua belah pihak bila nantinya ada salah satu yang berbuat curang. Memang ada fee tersendiri untuk jasanya tapi gak mahal kok. Jasa rekber membuat transaksi lebih aman daripada tanpa rekber sama sekali. Tapi harap hati-hati juga karena ada juga rekber abal-abal yang dibuat sebagai bagian dari jaringan penipu di Facebook.

Ikuti Kata Hati dan Jangan Terburu-buru

Seringkali kita terburu-buru untuk bertransaksi dengan orang lain di Facebook. Sama seperti saya dulu. Yang begini biasanya makanan empuk buat penipu dan jaringannya. Meskipun kita betul-betul butuh tetap usahakan bersikap tenang. Lebih baik transaksi batal dan uang masih dalam genggaman kita daripada nanti jadi transaksi namun ternyata penipuan.

Jangan Takut Dibully

Transaksi online via Facebook itu terkadang mirip dengan transaksi di dunia nyata. Ada jaringan dan komplotan penipu. Masing-masing punya tugas tersendiri. Ada yang bertugas menawar, membully agar harga jual turun hingga tugas merayu agar segera mentransfer. Ini pernah saya alami ketika akan menjual akun adsense. Saat itu saya tak peduli dicemooh sebagai penipu dan bullyan lainnya. Selama jujur dengan apa yang kita jual, jangan pernah takut untuk dicemooh dan dimaki. Biarkan saja. Resiko punya produk bagus memang seperti itu. Banyak yang menginginkan tapi kadang melalui cara-cara yang tak elegan.

Itulah beberapa langkah preventif (pencegahan) bagi kita yang ingin bertransaksi via online khususnya media sosial Facebook. Bukan ingin menakut-nakuti. Tapi semacam kewaspadaan dan kehati-hatian saja. Toh bila sudah ketemu penjual atau pembeli yang baik dan amanah biasanya akan jadi teman bahkan saudara. Saya sendiri sudah membuktikan dan mengalaminya.

Bagaimana dengan Anda?

Posting Komentar

0 Komentar