Pariwara

Transfer Unik dan Kocak di Dunia Sepakbola

TRAVELLER BOY - Dalam dunia sepakbola, penjualan atau pembelian pemain merupakan hal biasa dan sesuatu yang lumrah. Transfer pemain dari klub yang satu ke klub lain bukanlah barang baru. Apalagi jika sebuah klub punya budget yang melimpah alias kaya raya. Cukup cari pemain yang diinginkan lalu biarkan uang yang berbicara.

Namun faktanya, tidak semua transfer berjalan mulus dan lancar. Ada beberapa kejadian bahwa transfer pemain justru terkesan lucu dan unik. Baik itu di luar negeri maupun dalam negeri Indonesia sendiri. Ingin tahu transfer-transfer kocak dan unik tersebut? Berikut rinciannya.

Ian Wright dan Seperangkat Alat Beban

Kalau Anda termasuk generasi 90 an dan hobi sepakbola pasti sedikit banyak kenal dengan pemain satu ini. Dia bermain di Arsenal, salah satu klub besar di daratan Inggris. 

Sejatinya, Arsenal sudah lama menjadi klub raksasa di Liga Inggris bahkan sebelum Arsene Wenger datang menukanginya. Bersama Arsenal, Ian Wright sudah memainkan 221 pertandingan dan berhasil menciptakan 128 gol. Karena itu tak mengherankan jika bagi sebagian pendukung Arsenal, pemain berkebangsaan Inggris ini menjadi sosok legenda di tahun 90an. 

Sebelum bermain di Arsenal, Ian Wright sempat membela Crystal Palace. Usut punya usut, Crystal Palace membeli Ian Wright dari Greenwich Borough pada tahun 1985. Nah di sinilah terjadi transfer yang unik dan kocak karena biayanya cukup aneh. Saat itu, Crystal Palace membeli Ian Wright dengan biaya transfer berupa seperangkat alat angkat beban. Mungkin bagi Greenwich, seperangkat alat angkat beban dianggap sudah cukup untuk menciptakan pemain lain seperti Ian Wright di masa mendatang. Ha ha ha, ada-ada saja ya.

Gary Pallister dan Jaring Gawang

Jika Ian Wright menjadi legenda Arsenal maka seorang Gary Pallister dianggap sebagai bagian dari legenda Manchester United (MU). Bagi pendukung MU, dia merupakan sosok pemain bertahan yang begitu fantastis. Pallister sukses membantu MU meraih sejumlah gelar bergengsi. 4 trofi liga Inggris, 3 Piala FA dan 1 Piala Winners Eropa adalah bukti nyata peran Pallister bagi tim MU.

Manchester United mendapatkan Gary Pallister dengan biaya mencapai 2,3 juta poundsterling. Nilai tersebut sempat menjadikannya sebagai pemain bertahan termahal di daratan Britania Raya. Lucunya, sebelum menjadi pemain bertahan termahal, Gary Pallister pernah merasakan transfer dengan biaya aneh. 

Dulu Pallister pernah bermain di Middlesbrough dan Billingham Town. Konon transfer dengan biaya aneh tersebut terjadi saat dirinya pindah dari Billingham Town ke Middlesbrough dengan mahar berupa beberapa jersey, bola dan jaring gawang. Wkkwkkk, sungguh terlalu.

Hugh McLenahan dan Es Krim

Selain Gary Pallister, pemain Manchester United lainnya yang pernah mengalami transfer unik adalah Hugh McLenahan. 

Ceritanya berawal di tahun 1927. Kala itu,  MU berniat membeli McLenahan dari Stockport Country yang sedang mengadakan bazaar. MU menawarkan mahar berupa kulkas berisi es krim untuk biaya transfer seorang McLenahan yang uniknya diterima oleh Stockport Country. 

Setelah bergabung dengan Manchester United, McLenahan kemudian memainkan 112 pertandingan dan berhasil menjadi salah satu legenda tim yang bermarkas di Old Trafford tersebut. Hmm, murah sekali ya biaya transfernya. Wkkwkkk.

Indriyanto Nugroho dan Uang 100 Rupiah

Dari namanya tentu kita akan tahu pemain ini berasal dari Indonesia. Memang betul, Indriyanto adalah salah seorang pemain sepakbola yang tidak asing lagi di mata pecinta sepak bola Indonesia era 90-an. Dirinya menjadi andalan Timnas Indonesia ketika berlangsung ajang Sea Games 1995 dan Piala Asia 1996. Posisinya adalah striker atau penyerang depan yang tentu saja jadi sorotan di gawang lawan. 

Meskipun begitu, Indriyanto pernah mengalami transfer yang unik dalam kariernya sebagai pemain sepakbola di klub Indonesia. Saat itu dirinya berada dalam sengketa transfer antara Arseto Solo dengan Pelita Jaya. Konon sengketa ini berawal dari keinginan Indriyanto untuk bermain di Pelita Jaya sedangkan klub lamanya tidak berniat menjualnya mengingat tenaganya masih dibutuhkan Arseto Solo.

Pada 29 Maret 1996, sengketa transfer tersebut akhirnya selesai juga dengan pindahnya Indriyanto dari Arseto Solo ke Pelita Jaya. Tapi mahar transfernya bukan puluhan atau ratusan juta melainkan cuma uang sejumlah 100 rupiah. 

Akibat kejadian tersebut buntutnya Indriyanto mendapat julukan baru sebagai Mr. Cepek dan bisa jadi akan tercatat sebagai pemain yang dibeli dengan harga termurah se-Indonesia. Wah, miris juga ya, he he he.

Itulah beberapa transfer unik dan kocak yang pernah terjadi di dunia sepakbola. Semoga dapat menambah wawasan terutama bagi para pecinta sepakbola baik di Indonesia maupun mancanegara. Oia, bagi Anda yang ingin menambah wawasan lainnya, seputar kesehatan misalnya, bisa membaca artikel Manfaat Vitamin K yang ada di blog ini.

Posting Komentar

0 Komentar